Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan, pelabuhan Cilamaya ini masuk dalam program Metropolitan Priority Area (MPA) yang merupakan proyek-proyek infrastruktur unggulan Indonesia. Jepang berencana untuk membantu pembiayaan beberapa proyek MPA ini.
"Jadi kalau G2G (government to government) kan sudah tercapai waktu saya sama Hatta (Hatta Rajasa) akhir tahun lalu ke Jepang. Jadi MPA sudah disepakati. Itu kan ada rel kereta, ada kereta api, terus ada pembangunan proyek otomotif dan yang penting pelabuhan (Cilamaya)," kata Hidayat usai melakukan pertemuan dengan asosiasi pengusaha Jepang yaitu Kankeiren di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (11/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Hidayat menambahkan, nantinya pelabuhan Cilamaya akan dibangun dengan sistem Build Operation Transfer (BOT), dengan kata lain, nantinya Jepang akan membangun sekaligus mengoperasikan, dalam kurun waktu tertentu, proyek tersebut akan menjadi aset pemerintah Indonesia.
"Jadi dia yang bangun, dia yang mengoperasikan. Nanti dia transfer balik ke Indonesia sebagai aset punya negara. Itu juga terjadi di negara lain. Nanti sekitar 25-30 tahun, itu betul-betul business to business," jelasnya. Ditargetkan, pada tahun ini proyek pelabuhan ini tersebut sudah bisa terealisasi.
Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia berencana membangun proyek infrastruktur di Jabodetabek dalam program metropolitan priority area (MPA) senilai Rp 410 triliun. Dalam hal ini, Jepang siap membantu.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, dalam rangka program MPA Jabodetabek ini, ada 48 proyek dalam tahap identifikasi, 18 proyek fast track, dan 5 proyek flagship.
Lima proyek flagship seperti yang telah ditulis detikFinance antara lain MRT Cikarang-Balaraja, pelabuhan Cilamaya, perluasan Bandara Soekarno-Hatta, dan saluran limbah.
Dikatakan Hatta, pemerintah Indonesia akan membentuk tim pengawasan proyek-proyek ini dan mencoba mengatasi hambatan-hambatan yang ada.
Soal pelabuhan Cilamaya ini sempat diprotes oleh PT Pelindo II yang saat ini juga sedang melakukan pembangunan proyek Pelabuhan Kalibaru atau 'The New Tanjung Priok'.
(zlf/dnl)











































