Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mendukung keinginan pemerintah untuk membatasai impor. Namun, lanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah kondisi hulu yang belum siap sehingga berdampak buruk untuk hilir.
"Belum ada kejelasan antara hulu dan hilir, dalam hal ini suplai untuk bahan baku industri," ungkapnya di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Selasa (12/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang jus buah, konsentrat masih banyak impor karena dalam negeri tersedia tapi kuantitas dan kualitas belum skala industri sehingga kontinuitas tidak bisa diandalkan," paparnya.
Adhi menilai pemerintah belum ada upaya untuk memperbaiki sektor hulu. Sangat disayangkan mangga lokal kalah jika dibandingkan dengan mangga Filipina.
"Misalnya kita ngomongin mangga, kita jauh sama Filipina, padahal jenis varietas lebih bagus dari mereka tapi tidak ada skala industrinya. Jeruk kita enak-enak tapi tidak skala industri, hanya skala industri rumah tangga. Ini harus disadari pemerintah harus dibangun itu," jelasnya..
Untuk itu, Adhi menegaskan dalam hal ini pemerintah harus mempersiapkan regulasi yang dapat menopang dari hulu ke hilir. Meski dia mengaku belum menghitung kerugian akibat regulasi tersebut. Yang jelas, lanjutnya, regulasi ini cukup menghambat.
(nia/nia)











































