Industri Minuman RI Masih Bergantung pada Buah Impor

Industri Minuman RI Masih Bergantung pada Buah Impor

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 12 Feb 2013 16:00 WIB
Industri Minuman RI Masih Bergantung pada Buah Impor
Jakarta - Industri makanan dan minuman di Indonesia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku setelah adanya aturan pembatasan impor holtikultura oleh pemerintah. Hal ini karena buah-buahan seperti mangga atau jeruk lokal tidak masuk standard bahan baku dalam pengolahan industri.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mendukung keinginan pemerintah untuk membatasai impor. Namun, lanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah kondisi hulu yang belum siap sehingga berdampak buruk untuk hilir.

"Belum ada kejelasan antara hulu dan hilir, dalam hal ini suplai untuk bahan baku industri," ungkapnya di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Selasa (12/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adhi menuturkan, untuk produksi minuman dengan jenis jus hingga saat ini masih menggunakan bahan baku impor. Selain karena kualitas buah lokal yang belum memenuhi standard, kuantatitasnya pun masih menjadi kendala untuk industri.

"Sekarang jus buah, konsentrat masih banyak impor karena dalam negeri tersedia tapi kuantitas dan kualitas belum skala industri sehingga kontinuitas tidak bisa diandalkan," paparnya.

Adhi menilai pemerintah belum ada upaya untuk memperbaiki sektor hulu. Sangat disayangkan mangga lokal kalah jika dibandingkan dengan mangga Filipina.

"Misalnya kita ngomongin mangga, kita jauh sama Filipina, padahal jenis varietas lebih bagus dari mereka tapi tidak ada skala industrinya. Jeruk kita enak-enak tapi tidak skala industri, hanya skala industri rumah tangga. Ini harus disadari pemerintah harus dibangun itu," jelasnya..

Untuk itu, Adhi menegaskan dalam hal ini pemerintah harus mempersiapkan regulasi yang dapat menopang dari hulu ke hilir. Meski dia mengaku belum menghitung kerugian akibat regulasi tersebut. Yang jelas, lanjutnya, regulasi ini cukup menghambat.

(nia/nia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads