Gabung Jadi Satu, American Airlines dan US Airways Bakal Punya 1.500 Pesawat

Gabung Jadi Satu, American Airlines dan US Airways Bakal Punya 1.500 Pesawat

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 15 Feb 2013 11:00 WIB
Gabung Jadi Satu, American Airlines dan US Airways Bakal Punya 1.500 Pesawat
New York -

Dua maskapai penerbangan asal AS, American Airlines dan US Airways akhirnya secara resmi mengumumkan niatan untuk merger. Merger tersebut menjadi aksi korporasi terbesar di dunia kedirgantaraan AS.

Sebanyak 1.500 pesawat nantinya akan berkumpul dibawah satu perusahaan pasca merger. Penyatuan kedua perusahaan tersebut juga siap menyaingi rivalnya maskapai penerbangan lain di AS, seperti United Airlines dan Delta Air Lines.

Adanya merger, diharapkan akan mengangkat 'derajat' dari induk American Airlines yakni AMR Corp dari pengumuman kebangkrutan sejak November 2011 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya, US Airways akan memegang 28% dari saham American Airlines sesuai dengan ketentuan pailit yang tengah dirundung AMR Corp.

Nilai keseluruhan saham perusahaan hasil merger ini diperkirakan mencapai US$ 10,5 miliar hingga US$ 11 miliar. Lewat merger ini, maka para kreditur AMR bakal mendapatkan 72% saham hasil merger, dan sisanya bakal dimiliki oleh US Airways.

Merger tersebut diharapkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2013 ini. "Kombinasi dari merger ini akan meningkatkan skala dan kapasitas sehingga semakin efektif dan profitably di pasar global," ungkap US Airways CEO, Doug Parker seperti dikutip AFP, Jumat (15/2/2013).

"Dari sisi jaringan sendiri, merger ini akan secara signifikan meningkatkan minat para penumpang," jelas Parker lagi.

Dari seluruh penerbangan, kedua maskapai perusahaan ini menawarkan 6.700 rute penerbangan setiap harinya dengan 336 tujuan ke lebih dari 56 negara.

Direksi kedua maskapai yang akan merger ini rencananya akan melakukan pertemuan pada pekan depan untuk memutuskan soal kesepakatan merger, dan hasilnya akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan. Negosiasi keduanya masih berlanjut, dan bisa saja mundur.

Kedua perusahaan telah mencoba untuk melakukan pertemuan direksi pada Senin ini, sehingga bisa diselesaikan dalam waktu cepat.

Namun sampai saat ini, kuasa hukum dari para kreditur AMR enggan untuk mengomentari soal kabar merger tersebut. Demikian juga dengan para juru bicara US Airways dan AMR.

Kombinasi dari kedua maskapai ini bakal menghasilkan masakapai penerbangan terbesar di dunia berdasarkan jumlah traffic penumpang, dan merger bakal membantu kedua maskapai untuk bersaing dalam dunia penerbangan yang makin ketat.

Rencananya, nama perusahaan hasil merger ini adalah American Airlines dan basis perusahaan bakal berada di Forth Worth, Texas, yang menjadi basis AMR saat ini.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads