Jakarta - Sektor industri minuman beralkohol termasuk jenis bir masih masuk dalam daftar negatif investasi (DNI) sehingga ruang produksi industri ini masih terbatas. Padahal sektor minuman alkohol mampu menyumbang penyerapan tenaga kerja hingga 240.000 orang.
President Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) Leonard Evers mengatakan produsen minuman beralkohol secara tidak langsung turut berkontribusi terhadap prekonomian di Indonesia. Saat ini saja, kata dia, sekitar 240 ribu orang mendapatkan pekerjaan dari sektor tersebut.
"Sekitar 240.000 orang mendapatkan pekerjaan dari situ, baik distributor maupun pekerjanya, itu kontribusi terhadap perekonomian secara tidak langsung," kata Leonard usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Public Expose Perseroan, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (15/2/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bos produsen bir merek Bintang dan Heineken, menambahkan pihaknya belum berencana membuka pabrik di wilayah Indonesia Timur. "Kita tidak bisa berkomentar banyak. Kita tidak akan memindahkan pabrik dan tidak akan impor. Produksinya tetap di Indonesia. Saat ini belum ada rencana buka di wilayah Timur karena pasar saat ini masih cukup bagus," ujarnya.
(hen/hen)