Nigeria dinilai memiliki pasar yang bagus untuk makanan dan minuman. Hal itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi Nigeria dalam industri makanan dan minuman yang mencapai 15%-20%.
Angka itu dinilai relatif tinggi jika dibandingkan dengan situasi ekonomi saat ini yang sedang tidak kondusif seperti Eropa dan AS yang sudah lebih dulu menjadi pasar makanan dan minuman bagi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produk kita ke pasar Afrika kan masih belum besar. Lebih banyak ke Jepang, Eropa, Amerika, dan Cina. Nah, ini bisa jadi peluang untuk kita ke sana melihat ekonomi di sana sedang tumbuh. Eropa ekonominya stagnan, Amerika juga tidak stabil, Afrika ini relatif tinggi pertumbuhannya," katanya saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Sabtu (16/2/13).
Dia menambahkan, selain industri makanan dan minuman, industri garmen seperti sepatu dan tekstil juga punya pasar yang cukup baik di sana. "Ini bisa untuk support investasi juga," tambahnya.
(ang/ang)











































