Pasar Mamin Eropa dan AS Stagnan, Indonesia Kini Bidik Afrika

Pasar Mamin Eropa dan AS Stagnan, Indonesia Kini Bidik Afrika

- detikFinance
Sabtu, 16 Feb 2013 14:52 WIB
Pasar Mamin Eropa dan AS Stagnan, Indonesia Kini Bidik Afrika
Jakarta - Pengusaha makanan dan minuman (mamin) Indonesia kini mulai melirik pasar Afrika menyusul situasi pasar di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang kurang kondusif. Salah satu negara yang dibidik adalah Nigeria.

Nigeria dinilai memiliki pasar yang bagus untuk makanan dan minuman. Hal itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi Nigeria dalam industri makanan dan minuman yang mencapai 15%-20%.

Angka itu dinilai relatif tinggi jika dibandingkan dengan situasi ekonomi saat ini yang sedang tidak kondusif seperti Eropa dan AS yang sudah lebih dulu menjadi pasar makanan dan minuman bagi Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Franky Sibarani, saat ini pertumbuhan ekonomi di Nigeria sedang tumbuh. Untuk itu, sangat tepat jika Indonesia mulai melirik dan mengembangkan produk-produk lokal untuk dikembangkan di sana.

"Produk kita ke pasar Afrika kan masih belum besar. Lebih banyak ke Jepang, Eropa, Amerika, dan Cina. Nah, ini bisa jadi peluang untuk kita ke sana melihat ekonomi di sana sedang tumbuh. Eropa ekonominya stagnan, Amerika juga tidak stabil, Afrika ini relatif tinggi pertumbuhannya," katanya saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Sabtu (16/2/13).

Dia menambahkan, selain industri makanan dan minuman, industri garmen seperti sepatu dan tekstil juga punya pasar yang cukup baik di sana. "Ini bisa untuk support investasi juga," tambahnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads