Lalu apa tanggapan pemerintah terkait hal tersebut?
Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menyatakan perusahaan dengan status Terbuka (Tbk) bebas melakukan aktivitas jual beli saham. Pemerintah, menurutnya juga tidak memiliki hak untuk mencegah hal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, penjualan saham merupakan bagian dari strategi perusahaan.Menurut Hidayat ini terkait kebutuhan perusahaan khususnya soal dana untuk melakukan ekspansi.
"strateginya menjual mendapatkan dana untuk ekpsansi berikutnya atau membeli sumber pembiayaan untuk resourches di luar negeri," terang Hidayat.
Sedangkan pemerintah, menurut Hidayat hanya lebih berfungsi sebagai pengontrol strategi yang ingin dilakukan perusahaan. "Kontrol pemerintah hanya mengawasi, jual beli sepenuhnya strategi mereka, paling baik kontrol masih dilakukan kita. Dia masih bisa ngomong sama pemerintah kalau ada masalah," pungkasnya.
Sebelumnya Warren Buffet membeli perusahaan saus Heinz senilai US$ 28 miliar atau Rp 266 triliun. Heinz merupakan merek terkenal yang sudah mendunia, baik itu untuk produk saus, kecap, hingga sayuran dan jus. Jika dilihat dari harganya, memang sangat besar. Namun Heinz memiliki bisnis makanan dengan berbagai merek terkenal di dunia.
Di AS dan Kanada, pangsa pasar Heinz besar untuk produk sup kaleng dan juga kacang kaleng, lalu makanan bayi, saus botol dan pasta, serta kentang dan makanan beku lain.
Kemudian di Asia, Heinz memiliki produk kecap ABC yang juga terkenak dengan produk saus sambalnya, kemudian kentang beku bermerek Ore-Ida, lalu kecap bermerek Master and meiweiyuan di China, dan minuman kesehatan anak bermerek Complan di India.
Heinz mengakusisi ABC dari PT ABC Central Food Industry pada Februari 1999. Untuk membeli 65% saham ABC, Heinz merogoh kocek US$ 70 juta.
(hen/hen)











































