Salah satu strateginya adalah mengundang anak-anak muda yang memiliki ide cemerlang dalam memajukan industri perfilman nasional dan juga membantu membangkitkan PFN.
"Masa depan Indonesia itu industri kreatif, film sebagai industri kreatif. Saya mengundang tokoh-tokoh yang punya ide brilian terbuka dalam 3 bulan ke depan," tutur Dahlan ketika ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (20/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait wacana apakah PFN akan diambil oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi atau Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dahlan menilai sebaiknya PFN harus ditangani secara korporasi daripada pendekatan intansi sehingga bisa memiliki kelanjutan usaha. Namun terkait aset seperti film lama, Dahlan tak keberatan hal tersebut diambil oleh pemerintah.
(feb/dru)











































