Peluncuran ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, CEO GE Jeff Immelt, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Ketua Umum KADIN Indonesia Suryo Bambang Sulisto.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan langkah ini bertujuan untuk membangun kemampuan pemeliharaan dan servis mesin pesawat (engine shop capabilities).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"GMF akan memiliki full overhaul capability untuk mesin CFM56-7B di tahun 2015 dan akan mencapai kapasitas penuhnya untuk dapat memelihara 150 mesin per tahunnya untuk memnuhi kebutuhan pasar pada tahun 2016," sambungnya.
Fasilitas Engine Test Cell berfungsi untuk menguji mesin pesawat agar sesuai dengan persyaratan sebelum dipasang pada sayap pesawat. Fasilitas ini berbentuk ruang besar dimana mesin pesawat akan digantung dan diukur melalui berbagai sensor yang menyerupai berbagai kondisi terbang yang nyata.
Alat ini dikembangkan oleh CFM Internasional yang merupakan gabungan perusahaan GE dengan Snecma (Safran Group).
Presiden dan CEO GMF Aeroasia, Richard Budihadianto menuturkan bahwa sudah 314 mesin CFM56-7B yang beroperasi di Indonesia dan 566 mesin di Asia Pasifik. Menurutnya pengguna mesin ini terus meningkat 13% per tahun hingga 2020.
"Angka ini menunjukan potensi pasar yang dapat digarap GMF," terangnya pada kesempatan yang sama.
Sejauh ini, Garuda Indonesia telah memesan lebih dari 400 mesin pesawat buatan CFM. Diantaranya adalah CFM56-7B, CFM56-5B, LEAP-1A, CF34-8C dan GE90-115 engines. Setiap 7 menit pesawat yang lepas landas di Indonesia di gerakan oleh GE.
(dru/dru)











































