Sering 'Digoyang', Dirut Merpati: Strateginya Cuma Sabar & Syukur

Sering 'Digoyang', Dirut Merpati: Strateginya Cuma Sabar & Syukur

- detikFinance
Rabu, 20 Feb 2013 16:33 WIB
Sering Digoyang, Dirut Merpati: Strateginya Cuma Sabar & Syukur
Jakarta - Sejak Mei 2012 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan telah menunjuk Rudy Setyopurnomo sebagai Direktur Utama PT Merpati Nusantara Indonesia (MNA) (Persero). Belum genap setahun menjadi Dirut, Rudy kerap digoyang oleh berbagai isu dan aksi meminta dirinya mundur sebagai bos Merpati.

Mulai dari, press conference serikat pekerja yang meminta Rudy mundur, kemudian disusul pengunduran diri secara sepihak oleh Direktur Operasional Merpati hingga terakhir penyegelan ruang Dirut oleh beberapa karyawan.

Apa tanggapan mantan bos Indonesia Airlines ini? Rudy mengaku dirinya hanya bisa bersabar dan bersyukur menjalani posisi kali ini. Menurutnya, semua hal tersebut harus dihadapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Strategi cuma dua, sabar dan syukur. Pada waktu sangat sulit, kita sabar. Dan sangat senang kita syukur. Kita kerjain aja pokoknya sungguh sungguh. Apa tugas di depan kita jangan disesali, kita kerjakan sesungguhnya. Dan semua yang dihadapi dengan sabar dan syukur," tutur Rudy usai menghadiri bedah buku Surat Dahlan di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Sehari-hari sebelum memulai beraktivitas sebagai Dirut, ia selalu rutin melakukan sholat malam dan berolahraga.

"Antara jam 2 sampai jam 4 sholat tahajud, dzikir, tidur, sholat subuh, dzikir lagi, olahraga satu jam baru masuk kantor," cetusnya.

Di bawah kepemimpinannya, Rudy mengaku tingkat keterisian kursi penumpang pesawat (load factor) saat ini sudah membaik yakni berada di atas 80%. Bahkan di tahun 2013 ini, Rudy menargetkan load factor bisa mencapai 85% hingga 86%.

Selain itu, agar Merpati bisa terbang, Rudy terpaksa harus memangkas beberapa rute tak produktif hingga melakukan pencicilan gaji karyawan sebagai konsekuesi pembayaran asuransi pesawat.

"Kalau dihitung dari Januari nggak bagus (load factor). Saya kan mulai masuk Mei, jadi saya mulai Kuni. Load factor dari Januari sampai Mei itu 69%. Load factor Juni sampai Desember itu 82%. Bagus kan?," tambahnya.

Selain itu, untuk mengawasi aktivitas operasional perseroan, Rudy secara rutin mengontrolnya melalui BlackBerry miliknya.

"Jadi kita terapkan sistem, kita bisa kontrol load factor, setiap flight, steiap hari, setiap detik. Saya bisa kontrol dari BB (BlackBerry) saya. Sebelumnya nggak ada. Sekarang mana rute yang rugi saya bisa tahu dari sini (BB)," katanya.

Selain itu, Rudy mengatakan tahun 2013 ini, Merpati siap mendatangkan 6 sampai 8 unit Airbus A-320 untuk mendukung operasional maskapai. Pengadaan Airbus itu, sejalan juga dengan pembelian 20 unit pesawat Cessna Caravan berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia (persero) .

"Satu bulan satu. Kira-kira 6-8 pesawat. Airbus (A320) datang Juni. Satu-satu," cetusnya.

(feb/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads