Penjualan iPhone 5 Lesu, Foxconn Berhenti Rekrut Karyawan

Penjualan iPhone 5 Lesu, Foxconn Berhenti Rekrut Karyawan

- detikFinance
Kamis, 21 Feb 2013 11:09 WIB
Penjualan iPhone 5 Lesu, Foxconn Berhenti Rekrut Karyawan
Foto: Reuters
Beijing - Foxconn, salah satu produsen komponen elektronik terbesar di dunia, sudah berhenti merekrut karyawan baru di China pasca melambatnya produksi telepon seluler terbaru milik Apple, iPhone 5.

Produksi iPhone 5 terpaksa dikurangi gara-gara permintaan yang lesu dari seluruh dunia. Berhentinya perekrutan karyawan yang dilakukan oleh perusahaan raksasa ini merupakan yang pertama kali dilakukan perusahaan asal China sejak 2009 setelah krisis finansial global.

Tak hanya iPhone 5, penjualan produk Apple lainnya juga mengalami pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi, sehingga hal ini juga menghajar harga saham perusahaan yang dibentuk oleh Steve Jobs tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini, tidak satu pun pabrik kami yang terletak di China merekrut pegawai baru," kata Liu Kun, juru bicara Foxconn dikutip Financial Times, Kamis (21/2/2013).

Berhenti perekrutan karyawan ini diperkirakan masih akan berlangsung sampai akhir bulan Maret mendatang. Akan tetapi, hal ini masih bisa diperpanjang tergantung laporan dari penjualan iPhone 5 bulan Februari.

Apple sendiri tidak mauk berkomentar terkait hal ini. Akan tetapi, CEO Apple Tim Cook, dalam konferensi pers pekan lalu mengakui penjualan iPhone 5 sedang tidak dalam masa puncaknya.

"Tidak ada kata 'batas' dalam kamus Apple... saya melihat pasar (ponsel) sedang berkembang. Mungkin saay ini masa jayanya (pasar ponsel dunia)," kata Cook.

Salah satu karyawan Foxconn dari divisi perekrutan di provinsi Shandong, Zhang, mengatakan jumlah karyawan baru yang akan direkrut Foxconn tahun ini sangat minim, hampir sama seperti saat krisis finansial 2009 lalu.

Seluruh pabrik Foxconn yang memproduksi komponen iPhone dan iPad sudah berhenti merekrut karyawan baru. Pabrik-pabrik itu antara lain di Shenzhen yang saat ini punya 200.000 karyawan, begitu juga di Zhengzhou dengan jumlah pekerja yang sama. Selain itu ada juga pabrik di Taiyuan dengan 79.000 karyawan dan Chengdu.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads