PT Kereta Api Indonesia (KAI) wajib membeli kereta listrik (KRL) buatan dalam negeri tiga tahun kedepan. Armada kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) Persero yang diproduksi di Madiun Jawa Timur ini, siap menggantikan pengadaan KRL bekas dari Jepang.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (22/2/2013).
"Dalam 3 tahun ke depan KAI tidak pakai kereta bekas. Sekarang kalau dipaksa beli kereta baru itu bisa dapet sedikit. Tapi nggak boleh seterusnya. Kalau beli baru itu beli di INKA," tutur Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama masih beli di Jepang, INKA bisa belajar untuk memenuhi keinginan kualitas KAI," tambahnya.
Selain itu, Dahlan juga meminta INKA fokus menjadi produsen pembuat kereta asal Indonesia yang berkualitas internasional. Hal ini dilakukan karena kebutuhan terhadap produk kereta seperti KRL terus tumbuh dan masih sangat tinggi khususnya yang datang dari dalam negeri.
"Karena kan kereta atau KRL kan pasarnya besar. Kalau kualitas bagus kan bisa ekspor jadi jangan diganggu dengan industri lain yang nggak ada pesannya (mobil dan kos)," cetusnya.
(hen/dru)











































