Ditawari Nigeria Lahan 4 Juta Hektar, RI Masih Pikir-pikir

Ditawari Nigeria Lahan 4 Juta Hektar, RI Masih Pikir-pikir

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 22 Feb 2013 17:53 WIB
Ditawari Nigeria Lahan 4 Juta Hektar, RI Masih Pikir-pikir
Jakarta - Indonesia masih mempelajari tawaran lahan 4 juta hektar untuk investasi dari pemerintah Nigeria. Lahan tersebut ditawarkan agar Indonesia berinvestasi kelapa sawit di Nigeria.

Ketua Komite Afrika Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Mintardjo Halim mengatakan, belum ada rencana investasi sektor khusus yang sedang direncanakan. Namun yang pasti, tawaran lahan tersebut adalah peluang yang bagus.

"Kita harus lihat strateginya bagaimana menghadapi ini. Karena ini harus menguntungkan juga buat kita. Kan kita bantu dia kalau investasi ke sana. Tapi kembali lagi, sebenarnya kita perlu apa. Minta apa ke mereka supaya ada win win solution. Kita pikirkan matang-matang," kata Mintardjo usai bertemu Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mintardjo mengatakan, sampai saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan pihak-pihak yang mungkin akan berinvestasi di Nigeria. Beberapa komoditi jagoan Indonesia seperti sawit bisa ditanamkan di daerah tropis seperti Nigeria.

"Lahan 4 juta hektar itukan bisa menanam kelapa sawit, bisa menanam kakao, kan di sana daerah tropis. Kan nggak mungkin semuanya sawit, tergantung kita, bisa menanam yang lain, kalau butuh food security ya bisa nanam yang lain," lanjutnya.

Mintardjo mengatakan, paling tidak Maret ini sudah dapat diputuskan apa yang dapat diinvestasikan di lahan milik Nigeria tersebut. "Ya secepatnya, tahun inilah. Maret mungkin akhir Maret kita akan mematangkan pola-polanya," pungkasnya.

Seperti diketahui, Nigeria saat ini sedang gencar mencari para investor asing untuk mengembangkan perkebunan sawit. Alasannya, negara itu saat ini sangat membutuhkan minyak goreng dalam jumlah yang besar.

(zlf/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads