Industri Pertahanan RI Kurang Modal

Industri Pertahanan RI Kurang Modal

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 28 Feb 2013 11:16 WIB
Industri Pertahanan RI Kurang Modal
Jakarta - Industri pertahanan Indonesia masih banyak terbentur masalah permodalan. Faktor permodalan atau finansial ini merupakan jadi penentu dalam mensukseskan kemandirian industri tersebut.

Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Pos M Hutabarat mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi penentu kemandirian industri pertahanan. Diantaranya ialah, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, teknologi dan finansial.

"Kalau kami lihat teknologi kita sudah memiliki, SDM juga kita punya, dan masalah permodalan ini menjadi penentu kita," kata Pos Hutabarat di acara Seminar Pembangunan Industri Pertahanan Yang Terintegrasi Melalui Penguasaan Teknologi, Guna Kemandirian Bangsa di Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Kamis (28/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, dia juga mengatakan, saat ini sarana dan prasarana pertahanan dalam negeri belum cukup memadai atau bisa disebut belum banyak diperbaharui. "Sarana prasarana juga kita punya, tetapi sebagian besar kita sudah usang," katanya.

Oleh sebab itu, dibutuhkan permodalan yang cukup besar untuk memajukan industri pertahanan yang mandiri.

Hal senada diungkapkan oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Industri dan Perdagangan di era tahun 1993-1998, Hartarto Sastrosoenarto. Dia mengatakan, untuk memajukan permodalan sebuah industri termasuk sektor pertahanan, bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya menaikan penerimaan pajak dalam negeri.

"Apabila penerimaan pajak kita 20% dari PDB, maka kita tidak perlu pinjaman lagi,itu untuk kemandirian kita juga. Penting kita sadari, untuk industri pertahanan kita," tegas Hartarto.

Dia mencontohkan negara Jepang yang maju dalam segala industri, termasuk industri pertahanan. "Jepang paling kaya industri, karena memajukan pajaknya," pungkasnya.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads