Terpukau dengan kinerja manajeman PT Pupuk Sriwiyaja (Pusri) yang mulai membangun pabrik baru senilai Rp 5 triliun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku terpukau.
Saat diminta untuk memberi sambutan dalam pemancangan tiang pertama pabrik tersebut, Dahlan mengaku tak mempunyai pidato dan pengarahan apa-apa.
"Saya tidak ada pidato, tidak ada pengarahan. Saya cuma ingin memuji manajemen Pusri dan kerja tim yang sangat bagus. Seperti tim Pusri 3-4 yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dari kapasitas terpasang. Untuk itu saya mengajak tim Pusri 3-4 untuk ikut naik panggung bersama-bersama menekan tombol. Karena merekalah yang sudah berhasil," tutur Dahlan Iskan dalam acara pemancangan tersebut di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (8/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga bangga dengan manajemen Pusri, di mana mendapat pendanaan dengan cara Club Deal. Ini baru pertama dengan dana yang begitu besar. Juga terima kasih kepada Pusri yang telah melahirkan Rekind (Rekayasa Industri) yang begitu terkenal. Juga terima kasih kepada Pusri yang telah mendukung dan menjalankan program GP3K, sehingga produksi pertanian kita khususnya Padi semakin meningkat," papar Dahlan.
Pabrik pupuk baru ini rencananya akan menghasilkan 990 ribu ton pupuk per tahun dengan gas 25 mmbtu. Pusri saat ini juga masih mempunyai pabrik pupuk tertua di dunia yang dibangun sejak 1974 dan menghasilkan 570 ribu ton per tahun pupuk dengan gas 38 mmbtu.
Total produksi Pusri saat ini adalah 2,226 juta ton/tahun, dan akan menjadi 2,8 juta ton/tahun pada 2015 dengan selesainya Pusri II-B nantinya.
Untuk pembiayaan proyek ini, Pusri mendapat pendanaan dari tujuh konsorsium bank yaitu, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), Bank BJB, Bank Sumselbabel, dan Bank UOB Indonesia. (dnl/ang)











































