Hal ini diungkapkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan usai rakor Inalum di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2013).
"Kurang tepat kalau diambil alih BUMN sedikit. Kontraknya berakhir sesuai dengan kontrak jadi milik Indonesia karena 100% saham milik Indonesia, otomatis jadi BUMN bukan diambil alih. Jadi perusahaan lama tapi statusnya baru," tutur Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hitung-hitungannya harus diselesaikan. Pakai harganya tim perunding, saya ikut saja," tambahnya.
(hen/dnl)











































