Muncul Negara Industri Baru, Ekspor Tekstil RI Tertekan

Muncul Negara Industri Baru, Ekspor Tekstil RI Tertekan

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 18 Apr 2013 11:37 WIB
Muncul Negara Industri Baru, Ekspor Tekstil RI Tertekan
Jakarta - Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara lain memberikan tekanan cukup besar terhadap ekspor produk dalam negeri domestik. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, terdapat penurunan ekspor tekstil selama 2012 bila dibandingkan 2011.

"Memang munculnya beberapa negara industri baru yang bergerak dalam industri garmen telah memberikan tekanan cukup kuat tehadap kemampuan penetrasi eskpor Indonesia di pasar negara besar," ungkap Ade saat membuka Munas XIII API di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (18/04/2013).

Menurut catatan API, ekspor hasil industri TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) di 2012 adalah US$ 12,4 miliar. Sedangkan di 2011 ekspor hasil industri TPT mampu menembus US$ 13,2 miliar. Hal ini berarti ada penurunan 5,44%. Padahal industri garmen dan TPT merupakan kontributor terbesar terhadap ekspor barang TPT yang mencapai 62,02% dari total ekspor pada 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan ini, menurut Ade harus dilakukan perbaikan terutama sisi daya saing. "Peningkatan daya saing menjadi kunci peningkatan penetrasi produk tekstil Indonesia di pasar ekspor dan tentunya di dalam negeri," imbuhnya.

Tetapi ia tetap yakin usaha industri TPT di Indonesia tetap eksis dan memperlihatkan angka pertumbuhan yang cukup baik. Hal ini memperlihatkan minat investasi palaku usaha industru TPT di Indonesia maupun investor asing untuk berusaha dalam sektor TPT masih cukup tinggi.

"Pada tahun 2011 pertumbuhan industri TPT adalah sebesar 7,5% berada di atas pertumbuhan industri manufaktur yang hanya 6,2%. Jadi harus diketauhi industri tekstil di Indonesia tetap tumbuh dan berkembang," cetusnya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads