Rencananya, perseroan akan mulai membangun pabrik di Myanmar pada 2014 mendatang dengan luas lahan 500 hektar. Pembangunan pabrik itu diproyeksikan akan menghabiskan dana sekitar US$ 200 juta.
Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, pembangunan pabrik baru tersebut pihaknya membidik untuk bisa menghasilkan kapasitas produksi sebesar 1 juta ton per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi menyebutkan, dana yang dibutuhkan untuk membangun pabrik tersebut diambil 40% dari internal kas BUMN semen tersebut, sementara sebesar 60% akan mencari pinjaman.
"40% ekuiti dan 60% pinjaman. Kalau pun partner, dari kita siapkan US$ 50 juta, sisanya ya dari partner," ujarnya.
(hen/hen)











































