Bos-bos di 2 Perusahaan Raksasa Jepang Ini Rela Gajinya Dipotong

Bos-bos di 2 Perusahaan Raksasa Jepang Ini Rela Gajinya Dipotong

- detikFinance
Kamis, 02 Mei 2013 10:07 WIB
Bos-bos di 2 Perusahaan Raksasa Jepang Ini Rela Gajinya Dipotong
Foto: Reuters
Jakarta -

Tak banyak orang yang rela mengorbankan gajinya demi perusahaan tempatnya bekerja. Namun bos-bos di dua perusahaan raksasa elektronika Jepang ini rela gajinya dipotong. Siapa saja?

Seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/5/2013), pertama adalah perusahaan raksasa elektronika asal Jepang yakni Sony. Ada 40 pejabat papan atas termasuk jajaran direksi yang rela memangkas 50% atau setengah dari gajinya untuk membantu perusahaan yang gagal untung, di tengah lesunya perekonomian dunia.

Aksi menyumbang gaji ini pertama kali dilakukan oleh Presiden Direktur Sony Kazuo Hirai atas inisiatifnya sendiri. Kemudian aksi Hirai diikuti oleh pejabat lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hirai yang sebelumnya menjadi kepala unit video games Sony, terpilih menjadi Presiden Direktur pada April 2012 menggantikan Howard Stringer.

Pada saat terpilih, Hirai melakukan kebijakan penghematan, termasuk memangkas 10 ribu karyawan dan menjual gedung cabangnya di Manhattan senilai US$ 1,1 miliar.

Sony tidak mengatakan berapa uang hasil sumbangan yang didapat, namun media-media di Jepang mengatakan jumlahnya bisa mencapai 1 miliar yen (US$ 10 juta) atau sekitar Rp 95 miliar.

Perusahaan kedua asal Jepang yang melakukan hal sama adalah Panasonic, yang juga merupakan perusahaan elektronika raksasa kelas dunia. Presiden Direktur dan Chairman Panasonic rela gajinya dipotong hingga 40% karena omzet perusahaan lesu.

Mereka adalah Presdir Kazuhiro Tsuga dan Chairman Fumio Ohtsubo yang mengembalikan 40% gajinya sejak November 2012 lalu sebagai tindakan sukarela. Sementara pejabat-pejabat teras Panasonic lainnya juga ikut mengembalikan 20% gajinya. Mulai Juli 2013 nanti, pemangkasan gaji bakal resmi dilakukan.

Saat ini, sektor industri elektronika di Jepang sedang mengalami penurunan omzet, harga, dan juga ketatnya kompetisi di level dunia. Untuk tahun fiskal Maret 2012 hingga Maret 2013, Panasonic memperkirakan mengalami kerugian (765 miliar yen (US$ 7,8 miliar) atau sekitar Rp 74 triliun. Ini karena jatuhnya penjualan televisi dan alat elektronika lainnya, serta karena besarnya biaya restrukturisasi.

Panasonic juga sedang melakukan negosiasi kepada serikat pekerjanya terkait rencana pemotongan gaji karyawan untuk menekan ongkos produksi.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads