"Saya belum tahu lihat angka pastinya, perlu dicek nanti. Jangan pakai kata-kata batik China. China tidak punya batik. Itu tekstil bercorak batik jadi bukan batik," kata dia dalam acara konferensi persnya, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (7/5/2013).
Ia menjelaskan, tingginya angka impor tekstil bercorak batik dari China, harusnya menjadi dorongan untuk bisa lebih mempopulerkan batik asli buatan sendiri di dalam negeri. Selama ini definisi batik diartikan sebagai kain yang ditulis atau dicetak melalui proses pembatikan, bukan tekstil yang hanya diberi motif batik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari menambahan, pemerintah tidak mungkin melarang masuknya produk impor ke dalam negeri, seperti tekstil bercorak batik asal China ini. Namun, untuk mengantisipasinya, maka batik asli dalam negeri harus punya kualitas dan daya saing yang lebih dari China.
"Kita tidak mungkin melarang atau menyetop barang itu masuk, kita bisa melawan dengan bersaing dari segi kualitas, desain, dan variasi yang banyak, sedikit lebih mahal tapi kualitas bagus," tegasnya.
(hen/hen)










































