Impor Batik Asal Tiongkok, Mari Pangestu: China Tidak Punya Batik

Impor Batik Asal Tiongkok, Mari Pangestu: China Tidak Punya Batik

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 07 Mei 2013 12:01 WIB
Impor Batik Asal Tiongkok, Mari Pangestu: China Tidak Punya Batik
Jakarta - Masih adanya angka impor 'batik' asal China pada 3 bulan pertama 2013 sebesar Rp 43 miliar ditanggapi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu. Menurutnya Negeri Tiongkok tidak memproduksi batik dalam arti sebenarnya, yang ada hanyalah tekstil bermotif batik asal China.

"Saya belum tahu lihat angka pastinya, perlu dicek nanti. Jangan pakai kata-kata batik China. China tidak punya batik. Itu tekstil bercorak batik jadi bukan batik," kata dia dalam acara konferensi persnya, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Ia menjelaskan, tingginya angka impor tekstil bercorak batik dari China, harusnya menjadi dorongan untuk bisa lebih mempopulerkan batik asli buatan sendiri di dalam negeri. Selama ini definisi batik diartikan sebagai kain yang ditulis atau dicetak melalui proses pembatikan, bukan tekstil yang hanya diberi motif batik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus dorong semua orang untuk membeli batik buatan sendiri. Bilang ke pedagang-pedagangnya kalau batik kita lebih bagus," ujarnya mantan menteri perdagangan ini.

Mari menambahan, pemerintah tidak mungkin melarang masuknya produk impor ke dalam negeri, seperti tekstil bercorak batik asal China ini. Namun, untuk mengantisipasinya, maka batik asli dalam negeri harus punya kualitas dan daya saing yang lebih dari China.

"Kita tidak mungkin melarang atau menyetop barang itu masuk, kita bisa melawan dengan bersaing dari segi kualitas, desain, dan variasi yang banyak, sedikit lebih mahal tapi kualitas bagus," tegasnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads