"Produk China itu murah tetapi bukan murahan. Mutu itu sesuai dengan barang yang kita lihat. Kita bikin dan kita banyak barang-barang yang mirip namun lebih murah dengan mutu yang juga sama," katanya saat ditemui di pameran China Technical Equipment and Commodities Exhibition 2013, JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (30/05/2013).
Ia mengatakan industri di China telah mengalami revolusi sejak 30 tahun yang lalu. Mau tidak mau industri China dihadapkan dengan melonjaknya jumlah penduduk di China yang saat ini mencapai 1 miliar jiwa lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Richard juga menanggapi soal anggapan banyaknya produk China yang ilegal di Indonesia. Ia meminta konsumen Indonesia cerdas memilih untuk membeli produk yang legal.
"Barang ilegal itu darimana dan sumbernya dari mana, namun konotasi selalu China. Memang 50% jenis barang di dunia itu ada di China. Bukan konotasi ke negaranya namun akses masuknya. Jangan tergiur dengan harga yang miring namun ilegal," cetusnya.
(wij/hen)











































