Produk Biodiesel Indonesia Kena Anti Dumping di Uni Eropa

Produk Biodiesel Indonesia Kena Anti Dumping di Uni Eropa

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 31 Mei 2013 15:36 WIB
Produk Biodiesel Indonesia Kena Anti Dumping di Uni Eropa
Jakarta - Produk turunan sawit yaitu biodiesel asal Indonesia kena tuduhan dumping oleh Uni Eropa. Produk biodiesel Indonesia kena bea masuk anti dumping sementara sebesar 2,8% hingga 9,6% oleh otoritas perdagangan Uni Eropa.

"Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APBI) dua hari yang lalu mengatakan bahwa Uni Eropa telah memutuskan untuk menetapkan bea masuk antidumping biofuel asal Indonesia. Bea masuk sementara yang dikenakan adalah sebesar 2,8% hingga 9,6%," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (31/05/2013).

Eropa menuduh, bahwa produk biodiesel asal Indonesia memiliki harga lebih murah bila dibandingkan produk biodiesel dari bahan lain dari minyak kedelai,matahari, Rapeseed dan lain-lain. Tuduhan ini dinilai wajar karena menurut Bayu 80%-85% produksi sawit di dunia hanya ada di Indonesia dan Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga kita jauh lebih murah itu tuduhan mereka. Kalau secara natural, sawit kita memang memiliki keunggulan dibandingkan bahan baku lain. Kita murah hanya US$ 200/ton. Karena produksi sawit kita yang tinggi dibandingkan yang lain," imbuhnya.

Bayu menambahkan proses penuduhan dumping produk biodiesel atas Indonesia oleh Eropa telah berlangsung dan telah dilakukan pengujian contoh terhadap perusahaan biodiesel Indonesia. Hasilnya 4 dari 5 perusahaan dikenakan bea masuk tambahan.

"Satu perusahaan dikenakan bea masuk 0% sedangkan 4 lainnya dikenakan. Secara umum ini merugikan kepentingan perusahaan di Indonesia. Ini sebuah keputusan yang tidak menggembirakan dalam pandangannya dan tidak tepat jika dikenakan antidumping kepada perusahaan Indonesia. Kita sangat koorperatif dan beberapa alasan yang diajukan masih dapat kita sanggah dan menurut pandangan kita kurang tepat," tuturnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads