"Indonesia tiap tahunnya membutuhkan sekitar 900 penerbang sementara tiap tahunnya hanya ada 400 lulusan penerbang," ucap Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari saat ditemui di Hotel Millenium, Jakarta, Senin (3/6/2013).
Sementara sampai 2030 di Asia Pasifik setidaknya dibutuhkan 185.600 pilot per tahun. "Ini artinya kita masih banyak kekurangan penerbang, apalagi 2015 nanti kita memasuki ASEAN Open Sky, jangan sampai kita menjadi pasar negara lain," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berarti kurang kira-kira 350-an," tuturnya.
Dikatakan Yurlis, saat ini sekolah penerbangan milik pemerintah di Curug, Tangerang yang dikenal dengan sebutan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia hanya mampu menghasilkan 150 pilot dengan jenjang pelatihan setara D2 selama 2 tahun.
"Tahun depan kita tingkatkan menjadi 240, belum lagi kita akan buka yang non diploma di Banyumas," jelasnya.
Ditambahkan Yudhi, STPI Curung saat ini saja tiap tahunnya hanya meluluskan sekitar 12 penerbang.
"STPI di Curung saat ini tiap tahunnya hanya meluluskan 12 penerbang saja," tandasnya.
(rrd/dru)











































