Besarnya permintaan masyarakat Indonesia pada produk impor, terutama telepon selular atau handphone (HP), membuat nilai impor produk tersebut kian besar setiap bulannya.
Hal ini diakui Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono kepada detikFinance, Rabu (5/6/2013).
"Ya kalian kan sukanya handphone impor. Padahal, kalian dibohongi, bulan ini masuk handphone seharga Rp 5 juta, nanti sebulan kemudian masuk lagi, nah harganya yang lama sudah turun jadi Rp 4 juta," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7. Korea Selatan
|
|
6. India
|
Foto: Reuters
|
5. Hungaria
|
Foto: Reuters
|
4. Taiwan
|
|
3. Meksiko
|
Foto: Reuters
|
2. Vietnam
|
Foto: Reuters
|
Nilai ekspor handphone yang masuk dari negara ini pun lebih tinggi dibandingkan dengan harga handphone dari China. Sebagai perbandingan, pada April, impor handphone dari Vietnam senilai US$ 23,2 juta dengan berat volume 37 ton, sedangkan handphone dari China yang masuk pada April nilainya US$ 22,2 juta dengan berat volume sebesar 190,3 ton.
1. China
|
Foto: Reuters
|
Sepanjang 2013, yaitu dari Januari hingga April, Indonesia telah mengimpor handphone dari China dengan nilai impor US$ 351 juta. Untuk April saja, handphone yang diimpor Indonesia dari China mencapai US$ 22,2 juta dengan volume handphone paling besar dibandingkan negara pengimpor lainnya, yaitu mencapai 190,3 ton.
Selain ketujuh negara tersebut, terdapat negara lain yang tercatat memasukkan handphone ke tanah air. Negara-negara tersebut adalah Kanada, Rumania, Singapura, Hong Kong, Malaysia, Qatar, Pantai Gading, Australia, Amerika Serikat, Austria, Finlandia, dan Rumania.











































