"Kalau BBM di kita sudah tingkat industri jadi rate kita sudah industri dan sudah inline dengan internasional market. Penggunaan BBM untuk lokasi kami kecil sekali jadi kenaikan BBM tidak terlalu berpengharuh," kata Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan usai konferensi persnya, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Dia menyebutkan, dengan target perolehan pendapatan tersebut, penjahit produk merek Zara dan Uniqlo itu juga membidik angka laba bersih di tahun ini sebesar Rp 330 miliar dari perolehan laba bersih tahun 2012 yang hanya Rp 229 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Iwan, optimisme itu juga untuk menepis anggapan jika perusahaan tekstil saat ini pertumbuhannya meredup.
"Kami ingin menepis anggapan jika usaha ini merupakan sunset. Industri tekstil di Indonesia masih mampu bersaing bahkan secara global," katanya.
Tercatat, perseroan membukukan pendapatan naik dari sebesar Rp 2,31 triliun pada 2011 menjadi Rp 2,85 triliun pada 2012. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 229,30 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 161,45 miliar.
Pemegang saham perseroan setelah penawaran perdana saham, ESA dan private placement antara lain PT Huddleston Indonesia sebesar 56,07%, Muhammad Lukminto sebesar 0,05%, dan publik sebesar 43,88%.
(ang/ang)











































