Direktur Operasi PT Sriboga Flour Mill Eddy Mulyadi mengatakan kenaikan harga BBM tidak berdampak langsung pada produksi tepung karena sumber energi mesin pabrik yang digunakan bukan dari bahan bakar minyak namun listrik dari PLN.
"Kita gunakan listrik bukan diesel, kalau BBM tidak ada hubungannya, kecuali BBM naik diikuti listrik juga naik," kata Eddy di sela peluncuran tiga produk baru PT Sriboga Flour Mill di Novotel Semarang, Jl Pemuda, Rabu (19/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang naik ongkos angkutnya. Misal kirim ke Jakarta satu karung Rp 5 ribu lalu ada kenaikan 30%, kira-kira satu karung naik Rp 1.500. Tidak signifikan," tegasnya.
Bahkan Eddy tetap akan menjaga harga tiga produk barunya yaitu Seri Naga untuk mie, seri Nagamochi untuk roti, dan seri Pita untuk biskuit meskipun nantinya harga BBM sudah dinaikkan.
"Dari semua produk, setiap karungnya antara Rp 120 ribu hingga Rp 250 ribu. Untuk produk baru kami tahan pricenya selama tiga bulan, kalau sudah tidak bisa ditahan ya kita naikkan," pungkas Eddy.
Saat ini PT Sriboga Flour Mill memiliki 20 pabrik dan bisa memproduksi 1.900 ton tepung setiap harinya dengan sekitar 50 varian. Perusahaan tepung tersebut menguasai pasar 5% tepung terigu di Indonesia.
(alg/hen)











































