General Manager PT Melu Bangun Wiweka (MBW) Indra Nugraha Kusnan tidak mempermasalahkan tidak diundang ikut pameran tersebut. Pihaknya mengajak masyarakat untuk melihat sekaligus merasakan langsung naik monorel buatannya di pabrik miliknya yang berlokasi di Tambun, Bekasi, Jawa Barat.
"Tidak ada tawaran dan nggak ada masalah. Kita terbuka bagi masyarakat yang ingin melihat dan merasakan naik monorel bergerak," ujar Nugraha saat dihubungi detikFinance, Senin (24/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prototype kami sudah punya mesin, kalau yang di Monas itu statis hanya model saja," katanya.
Prototype monorel buatan Bekasi sudah diproduksi MBW sejak tahun 2012 lalu. Tidak hanya itu, MBW juga sudah mempunyai teknisi andal yang tidak saja menciptakan kereta tetapi juga teknis persinyalan serta sistem lainnya.
Saat ini, MBW terus mengembangkan produk monorel buatannya. Indra mentargetkan awal 2014, MBW bisa mendapatkan sertifikasi layak jalan dari Kementerian Perhubungan.
"RnD (Research and Development) kita sekarang terus bergerak. Evaluasi terus kami lakukan sehingga kita targetkan awal tahun 2014 kita dapatkan sertifikasi," jelasnya.
Seperti diketahui pameran monorel ini yang berlangsung di Monas menghadirkan beberapa model monorel yang akan dibangun di Jakarta.
Konsorsium BUMN pimpinan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menampilkan 3 tipe monorel di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Purwarupa alias prototype monorel yang ditampilkan salah satunya Automatic Container Transportation (ACT) alias monorel kontainer.
Selain ACT, Adhi Karya bersama konsorsium BUMN menampilkan prototype monorel Jabodetabek atau Jakarta Link Transportation (JLT). Monorel ini nantinya digunakan melayani rute Bekasi Timur-Cawang, Cibubur-Cawang dan Cawang-Kuningan.
Selain itu PT Jakarta Monorail juga menampilkan monorel buatan China.
(wij/dnl)











































