Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, kopi yang diimpor Indonesia selama ini adalah kopi instan yang mutunya rendah.
"Impor terbesar dialami produk kopi instan dan disinyalir kopi instan yang diimpor adalah produk yang bermutu rendah," kata Hidayat dalam pembukaan pameran kopi nusantara 2013, di Plaza Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/6/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impor produk kopi olahan turun sangat signifikan," sebutnya.
Sementara itu dari sisi ekspor, Hidayat menuturkan ada peningkatan dari tahun ke tahun. Ekspor produk kopi di 2011 mencapai US$ 268,6 juta yang kemudian meningkat 17,49% menjadi US$ 315,6 juta di 2012.
"Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan kosentrat kopi yang tersebar ke nagar tujuan ekspor seperti Mesir, Afrika Selatan, Taiwan dan negara-negara Asean seperti Malaysia, Filipina dan Singapura," ujarnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), impor kopi yang dilakukan Indonesia selama Februari 2013 tercatat sebesar 1.173 ton atau US$ 3,2 juta. Kopi Brazil masuk dengan volume terbesar, yaitu 364 ton atau US$ 1,2 juta.
Selain itu, Vietnam masukan kopinya ke dalam negeri sebesar 171 ton atau US$ 381 ribu. Italia dengan 21 ton atau US$ 382 ribu, dan Amerika Serikat 11 ton atau US$ 52 ribu, serta negara lainnya 316 ton atau US$ 528 ribu.
(/)











































