Kembangkan Pabrik, Produsen Sawit Grup Sinar Mas Siapkan Rp 1,15 Triliun

Kembangkan Pabrik, Produsen Sawit Grup Sinar Mas Siapkan Rp 1,15 Triliun

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 25 Jun 2013 14:33 WIB
Kembangkan Pabrik, Produsen Sawit Grup Sinar Mas Siapkan Rp 1,15 Triliun
Jakarta - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) siapkan anggaran Rp 1,15 triliun untuk mengembangkan pabrik pengolahan kelapa sawit (refinary) di Belawan, Sumatera Utara, Surabaya, dan Marunda, Jakarta Utara.

Dari pembangunan pabrik baru tersebut, perseroan menargetkan bisa menghasilkan minyak kelapa sawit masing-masing sebanyak 1.000 ton per hari, yang secara keseluruhan akan meningkatkan kapasitas pabrik industri hilir sebesar 1,2 juta ton per tahun secara bertahap.

Perseroan juga tengah menggarap pembangunan pabrik oleokimia di Medan, Sumatera Utara dengan nilai investasi Rp 750 miliar. Dengan pabrik ini diharapkan bisa menambah kapasitas produksi sebesar 152 ribu ton per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Direktur Utama SMART Budi Wijana usai mengatakan, untuk mendukung itu, perseroan telah menyediakan investasi sebesar Rp 2,6 triliun yang dananya diambil dari internal kas perseroan dan pinjaman perbankan.

"Kita siapkan anggaran belanja modal tahun ini sebesar Rp 2,6 triliun," kata dia usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa, di Hotel Le Grandeur, Mangga Dua, Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Dia menjelaskan, selain dua pabrik tersebut, perseroan juga akan melakukan pengembangan kebun kelapa sawit dengan investasi sebesar Rp 700 miliar.

Terkait hal itu, produsen minyak goreng Firma dan Kunci Mas itu juga menargetkan untuk bisa mengembangkan area lahan perkebunan dengan membuka lahan seluas 5.000 hektar yang terbagi untuk di Kalimantan Timur seluas 3.000 hektar dan 2.000 hektar di Kalimantan Selatan, sedangkan perseroan juga menargetkan untuk bisa membuka lahan seluas 800 hektar untuk replanting.

Menurutnya, prospek industri kelapa sawit di Indonesia untuk tahun ini masih cukup baik dibanding tahun lalu yang menurun seiring dengan menurunnya harga komoditas.

"Kita berharap harga CPO tahun ini bisa di kisaran US$ 700-800 dolar, ini sudah cukup baik," kata dia.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads