Kementerian Ini Keberatan Ada Kebun Sawit Gusur Sawah, Kenapa?

Kementerian Ini Keberatan Ada Kebun Sawit Gusur Sawah, Kenapa?

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 27 Jun 2013 17:20 WIB
Kementerian Ini Keberatan Ada Kebun Sawit Gusur Sawah, Kenapa?
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ternyata tidak suka apabila ada sawah yang tergusur oleh perkebunan sawit baru. Karena jika perkebunan sawit menggusur sawah, maka infrastruktur irigasi bakal rusak.

"Kalau ada perkebunan sawit masuk ke desa lalu mengkonversi persawahan menjadi kebun sawit, itu sudah pasti rusak itu irigasi yang sudah dibangun sebaik mungkin," ujar Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PU Eko Subekti ketika ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Menurut Eko, rusaknya saluran irigasi ini akibat pohon sawit yang sangat rakus air. Sehingga dampaknya, daerah sekitar perkebunan sawit pasti akan tandus dan merugikan para petani lainnya yang menggunakan irigasi yang sama untuk mengairi sawah atau kebunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asal tahu saja satu pohon sawit per harinya menedot air mencapai 50 liter. Jadi 50 liter ai per hari, kesedot semua airnya bahkan level permukaan air yang biasanya 30 cm dari permukaan tanah itu bisa turun bermeter-meter, banyak contohkan ada kebun sawit sekeliling kebunnya tandus dan kering, karena airnya disedor sama sawit," tutur Eko.

Selain Eko menambahkan, tahun ini dari total 7,2 juta hektar lahan irigasi dan sekitar 48%-nya atau mencapai 3,491 juta hektar irigasi yang dikelola Kabupaten/Kota 50% rusak, atau tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

"Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap pengelolaan irigasi yang luasnya di bawah 1.000 hektar, total yang dikelola kabupaten/kota mencapai 3,491 juta hektar namun 50%-nya rusak dan tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Keberadaan irigasi yang baik, kata Eko, sangat bermanfaat untuk produksi tanaman pangan seperti beras, jagung, kedelai, dan komoditas pertanian lainnya.

"Jika irigasinya tidak baik, maka produksinya akan rendah, maka itu harus segera diperbaiki irigasi-irigasi yang rusak ini segera mungkin," ucapnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads