Direktur Jenderal Basis Industri dan Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, cara mudah Indonesia mengalahkan ekonomi China adalah dengan menyetop ekspor bauksit, gas, dan bahan tambang mentah lain ke China.
"Kalau ingin daya saing industri kita maju dan berkembang pesat, segera setop ekspor gas, bauksit dan mineral lainnya terutama ke China," ucap Panggah dalam seminar Harga Komersial Gas Bumi Yang Tepat Guna Bagi Industri di Kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (28/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang harga gas ekspor, mineral ekspor jauh lebih mahal dibandingkan harga domestiknya. Namun manfaat lebih besar akan didapat negara, apabila gas, mineral (tambang) itu digunakan sendiri oleh industri dalam negeri," ucapnya.
Menurut Panggah, tingkat dan laju perekonomian China bisa besar karena pasokan energi seperti gas, serta bahan baku mineralnya berasal dari Indonesia.
"Contoh industri alumina mereka berkembang pesat, karena 80% kebutuhan bauksit, bahan baku pembuat almunium berasal dari Indonesia. Kebutuhan bauksit China setahun itu 60 juta ton, di mana 40 juta tonnya dari Indonesia," tegasnya.
Kata, Panggah lagi, kalau Indonesia ekonomi dan daya saingnya terus tumbuh, maka bukan mimpi untuk bisa mengalahkan China.
"Segera setop ekspor bahan baku dan bahan bakar ke sana, kalau sudah itu dilakukan baru kita bicara mengalahkan Singapura," ujar Panggah.
(rrd/dnl)










































