Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan dua perusahaan asing itu sudah bertemu dan melakukan pembicaraan kepada pemerintah untuk berinvestasi di Sei Mankei.
"Ada juga PNG, itu investor dunia juga, juga investor dari Jerman masih dalam proses pembicarakan," ujar Hidayat usai menghadiri peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mankei di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Rabu (3/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investor pertama yang mulai itu adalah Unilever. Dia mempunyai brand nama yang sudah global. Sehingga dia mampu menarik investor lainnya untuk masuk," katanya.
Ia pun siap memberikan kemudahan perizinan dan beberapa cara lain untuk menarik para investor. "Unilever mendapatkan tax holiday yang membuat kawasan ini menjadi lebih terbuka. Iya kita akan perlakukan sama," imbuhnya.
Selain itu, Hidayat juga menjelaskan bahwa nantinya KEK Sei Mankei akan menjadi percontohan kawasan terpadu pengolahan produk CPO (crude palm oil/sawit) pertama di Indonesia. Kawasan ini akan terhubung dengan jaringan kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.
"Ini akan menjadi model kegiatan pengolahan produk CPO dari hulu hingga hilir. Maupun untuk mengangkut produk tersebut ke kawasan Internasional (melalui Pelabuhan Kuala Tanjung). Ini adalah model yang dicita-citakan kita dan akan dijadikan contoh," katanya.
(hen/hen)











































