Hadirnya Unilever di Sei Mangkei Bakal Tarik Investor Dunia

Hadirnya Unilever di Sei Mangkei Bakal Tarik Investor Dunia

- detikFinance
Rabu, 03 Jul 2013 16:03 WIB
Hadirnya Unilever di Sei Mangkei Bakal Tarik Investor Dunia
Simalungun - Setelah PT Unilever Oleochemical Indonesia akan membangun pabrik senilai Rp 1,45 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mankei, akan ada dua investor asing lain yang akan masuk dan berinvestasi di pusat.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan dua perusahaan asing itu sudah bertemu dan melakukan pembicaraan kepada pemerintah untuk berinvestasi di Sei Mankei.

"Ada juga PNG, itu investor dunia juga, juga investor dari Jerman masih dalam proses pembicarakan," ujar Hidayat usai menghadiri peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mankei di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Rabu (3/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah berterimakasih atas kepercayaan Unilever yang mau berinvestasi di Sei Mankei. Menurut Hidayat, dengan nama besar Unilever yang sudah mendunia otomatis akan mengundang investor lainnya untuk datang.

"Investor pertama yang mulai itu adalah Unilever. Dia mempunyai brand nama yang sudah global. Sehingga dia mampu menarik investor lainnya untuk masuk," katanya.

Ia pun siap memberikan kemudahan perizinan dan beberapa cara lain untuk menarik para investor. "Unilever mendapatkan tax holiday yang membuat kawasan ini menjadi lebih terbuka. Iya kita akan perlakukan sama," imbuhnya.

Selain itu, Hidayat juga menjelaskan bahwa nantinya KEK Sei Mankei akan menjadi percontohan kawasan terpadu pengolahan produk CPO (crude palm oil/sawit) pertama di Indonesia. Kawasan ini akan terhubung dengan jaringan kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

"Ini akan menjadi model kegiatan pengolahan produk CPO dari hulu hingga hilir. Maupun untuk mengangkut produk tersebut ke kawasan Internasional (melalui Pelabuhan Kuala Tanjung). Ini adalah model yang dicita-citakan kita dan akan dijadikan contoh," katanya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads