"Ada komitmen dari pemerintah dengan membuat perkebunan energi yang melakukan usaha dalam bidang perkebunan dan hasilnya semata-mata untuk menyediakan energi untuk masyarakat," kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A. Iskandar dalam Talk Show 'Indonesia Menuju Energi Hijau' di Auditorium BPPT, Rabu (3/7/2013).
Ia menuturkan perkebunan energi tersebut, diperlukan hanya 5% dari total 200 juta hektar lahan di Indonesia. "Dari 200 juta hektar tanah di Indonesia, 5% didedikasikan untuk perkebunan energi, atau lahan sebanyak 10 juta hektar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 40 juta ton sawit bisa dihasilkan biodiesel sebanyak 45 juta Kl/tahun selama-lamanya, selama masih ada yang bersedia merawat, memupuk, memanen dan mengolahnya," katanya.
Marzan menambahkan investasi yang dibutuhkan untuk memproduksi 45 KL biodiesel per tahun dibutuhkan sedikitnya Rp 400 triliun dan dibagi selama 10 tahun, artinya dibutuhkan Rp 40 triliun per tahun.
"Tapi jika melibatkan dana perbankkan 75%, maka per tahun hanya diperlukan Rp 10 triliun (dana APBN) atau setara dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat. Program ini akan menyediakan kebutuhan energi dan memberantas kemiskinan," kata Marzan.
(rrd/hen)











































