Rencananya, pusat data itu akan beroperasi pada 2014 mendatang. Saat ini, prosesnya sedang dalam tahap pembangunan.
"Ini pembangunan baru akan di Cikarang. Pusat data sebelumnya sudah ada di Karawaci," kata Direktur perseroan Halim D. Mangunjudo usai pencatatan perdana saham perseroan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggunaan teknologi di Indonesia baru sampai di tier 3 sedangkan secara global pusat data sudah mampu melayani hingga tier 4. Luas ini berkali lipat lebih luas dari pusat data sebelumnya, yaitu hanya 500 meter persegi," ujarnya.
Dia menyebutkan, untuk tahap awal perusahaan penyedia sistem TI terintegrasi itu menyediakan investasi sebesar US$ 20 juta yang dananya diambil dari kas internal dan sisanya dari pinjaman perbankan.
Dia menambahkan, untuk mendukung pusat data tersebut proses pembebasan lahan sudah selesai dilakukan dan akan mulai pembangunan konstruksi. Nantinya, sebesar 60% pusat data ini akan digunakan untuk melayani pusat data perbankan.
Hal ini sejalan dengan aturan Bank Indonesia (BI) yang menyatakan perbankan harus menyimpan datanya di dalam negeri.
"Yang 20% akan digunakan untuk melayani perusahaan telekomunikasi, sisanya dipakai untuk melayani pemerintahan dan small medium enterprise (SME)," kata dia.
(ang/ang)











































