Plt Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Imam A. Putro menjelaskan, opsi pertama adalah menawarkan Merpati ke investor. Skema yang ditawarkan melalui strategic sale.
"Strategic sale itu jalannya juga panjang harus ke DPR. Seperti yang disampaikan pak Dahlan Iskan, kalau ada yang mau membeli dipersilakan mengajukan proposal," ucap Imam kepada detikFinance, Jumat (12/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk opsi kedua adalah scale down. Ukuran bisnis Merpati dipersempit dengan menghilangkan beberapa unit bisnis.
Contohnya, Merpati tidak terbang tetapi memaksimalkan anak usahanya di bidang perawatan pesawat, atau Merpati fokus terbang di Indonesia Timur dengan hanya melayani rute yang jarang diterbangi maskapai besar.
"Selain strategic sale menurut saya pribadi scale down untuk hanya masuk di wilayah timur dan tidak head to head dengan airline seperti Garuda dan Lion," terangnya.
Solusi yang masih tetap berjalan adalah mengkonversi utang ke saham. Utang sebesar Rp 6,5 triliun melalui debt equity swap diubah jadi kepemilikan saham. Namun, Dahlan menegaskan ketika opsi penyelematan Merpati sudah tidak bisa diambil lagi, pihaknya akan melakukan likuidasi.
"Likuidasi pilihan terakhir," kata Dahlan.
(feb/ang)











































