Rudy mengatakan, penjualan Merpati tidak sampai 100%. Pihak Merpati akan mengundang investor strategis dengan menjual sebagian sahamnya.
"Persepsi sebelumnya salah, bukan dijual. Karena saham mayoritas 65% tetap di pemerintah, dan 35% akan ditawarkan kepada strategic investor," ujar Rudy kepada detikFinance, Jumat (12/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (investor) nggak berani masuk karena utang Merpati yang besar. Kalau ini dibereskan, banyak investor yang masuk. Kinerja operasi Merpati itu sudah baik. Tapi investor enggan masuk kalau utang Rp 6 triliun nggak dibereskan. Itu yang menakutkan. Itu yang rencana mau kita swap ke equity," papar Rudy.
Investor yang berminat masuk ini berasal dari dalam negeri. Sebelumnya Dahlan Iskan menyatakan, pernah ada investor yang tertarik masuk ke Merpati, yaitu pengusaha Setiawan Djodi.
Kemarin, Dahlah mengatakan kondisi maskapai penerbangan Merpati makin sulit dan tidak bisa diselamatkan lagi. Diungkapkannya kondisi Merpati secara korporasi sudah sangat sulit, karena itu diputuskan untuk dijual.
Bagi investor yang berminat bisa menyampaikan proposal ke Kementerian BUMN, dan diberi waktu 2 bulan untuk penjualannya. Namun Dahlan tidak mengungkapkan berapa harga jual Merpati. Dahlan mengaku bakal sulit mencari pembeli Merpati, karena utangnya mencapai Rp 6,5 triliun
Namun, ada opsi lain yang ditawarkan Dahlan untuk Merpati, yaitu melepaskan bisnis penerbangannya. Merpati bisa menggenjot bisnis maintenance facility untuk perawatan pesawat yang menurut Dahlan cukup menjanjikan.
(feb/dnl)











































