Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo mengatakan, kinerja operasional Merpati dan budaya kerja Merpati sudah mengalami perbaikan ke arah positif.
"Merpati yang menarik performance operasi, budaya kerja sudah baik. Itu menarik. Yang nggak menarik itu utang Rp 6 triliun," ujar Rudy kepada detikFinance, Jumat (12/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan, investor yang pernah mengemukakan ketertarikannya adalah pengusaha Setiawan Djodi.
"Merpati secara secara korporasi nggak bagus karena utang yang Rp 6 triliun. Tapi secara operasi sudah bagus. Saya nggak mungkin tuntaskan utang sebesar Rp 6 triliun," kata Rudy.
Utang Rp 6 triliun itu adalah untuk membayar pembelian pesawat MA-60, dan sisanya utang ke pemerintah dan BUMN.
Kemarin, Dahlah mengatakan kondisi maskapai penerbangan Merpati makin sulit dan tidak bisa diselamatkan lagi. Diungkapkannya kondisi Merpati secara korporasi sudah sangat sulit, karena itu diputuskan untuk dijual.
Bagi investor yang berminat bisa menyampaikan proposal ke Kementerian BUMN, dan diberi waktu 2 bulan untuk penjualannya. Namun Dahlan tidak mengungkapkan berapa harga jual Merpati. Dahlan mengaku bakal sulit mencari pembeli Merpati, karena utangnya mencapai Rp 6,5 triliun
Namun, ada opsi lain yang ditawarkan Dahlan untuk Merpati, yaitu melepaskan bisnis penerbangannya. Merpati bisa menggenjot bisnis maintenance facility untuk perawatan pesawat yang menurut Dahlan cukup menjanjikan.
(dnl/hen)











































