Dirut: Budaya Kerja di Merpati Sudah Baik, yang Tak Menarik Utang Rp 6 T

Dirut: Budaya Kerja di Merpati Sudah Baik, yang Tak Menarik Utang Rp 6 T

- detikFinance
Jumat, 12 Jul 2013 13:51 WIB
Dirut: Budaya Kerja di Merpati Sudah Baik, yang Tak Menarik Utang Rp 6 T
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Maskapai penerbangan plat merah PT Merpati Nusantara Airlines akan dijual pemerintah karena kondisi perusahaan yang sudah tidak sehat. Budaya kerja di Merpati saat ini sudah baik dan menarik bagi investor, tapi utangnya yang besar justru jadi ganjalan.

Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo mengatakan, kinerja operasional Merpati dan budaya kerja Merpati sudah mengalami perbaikan ke arah positif.

"Merpati yang menarik performance operasi, budaya kerja sudah baik. Itu menarik. Yang nggak menarik itu utang Rp 6 triliun," ujar Rudy kepada detikFinance, Jumat (12/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudy mengatakan Merpati akan dijual tapi tidak 100%. Hanya 35% saham yang akan dijual kepada investor strategis. Sampai saat ini sudah ada investor dalam negeri yang mengirimkan surat minatnya kepada Menteri BUMN dan Menteri Keuangan, namun investor ini meminta status utang Merpati Rp 6 triliun dibereskan dulu.

Menurut informasi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan, investor yang pernah mengemukakan ketertarikannya adalah pengusaha Setiawan Djodi.

"Merpati secara secara korporasi nggak bagus karena utang yang Rp 6 triliun. Tapi secara operasi sudah bagus. Saya nggak mungkin tuntaskan utang sebesar Rp 6 triliun," kata Rudy.

Utang Rp 6 triliun itu adalah untuk membayar pembelian pesawat MA-60, dan sisanya utang ke pemerintah dan BUMN.

Kemarin, Dahlah mengatakan kondisi maskapai penerbangan Merpati makin sulit dan tidak bisa diselamatkan lagi. Diungkapkannya kondisi Merpati secara korporasi sudah sangat sulit, karena itu diputuskan untuk dijual.

Bagi investor yang berminat bisa menyampaikan proposal ke Kementerian BUMN, dan diberi waktu 2 bulan untuk penjualannya. Namun Dahlan tidak mengungkapkan berapa harga jual Merpati. Dahlan mengaku bakal sulit mencari pembeli Merpati, karena utangnya mencapai Rp 6,5 triliun

Namun, ada opsi lain yang ditawarkan Dahlan untuk Merpati, yaitu melepaskan bisnis penerbangannya. Merpati bisa menggenjot bisnis maintenance facility untuk perawatan pesawat yang menurut Dahlan cukup menjanjikan.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads