Sekretaris Perusahaan SMGR Agung mengungkapkan, perusahaan semen BUMN ini berusaha agar kenaikan harga produk semennya tidak terlalu banyak. Semen Indonesia membawahi Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa.
"Kenaikan harga di bulan Juni itu sekitar 1%, tapi belum bisa mengcover kenaikan BBM, tapi kami melakukan yang terbaik," katanya saat acara Buka Puasa Bersama Semen Indonesia di Gedung Pusat SMGR, East Tower, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (15/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung mengatakan, kontribusi SMGR terhadap penjualan semen nasional masih yang terbesar dibanding perusahaan lain. Kontribusi terbesar penjualan holding semen BUMN ini masih berasal dari Semen Gresik yang mencapai 6,2 juta ton. Sementara Semen Padang, dan Tonasa berkontribusi masing-masing 3,39 juta ton dan 2,46 juta ton.
"Penjualan tersebut membuat SMGR merajai pangsa pasar terbesar mencapai 43,7 persen," ujar Agung.
Dengan naiknya penjualan, Semen Indonesia berhasil meningkatkan pendapatan 22% pada semester I-2013, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat mencapai Rp 19,6 triliun.
"Setiap tahunnya kami targetkan penjualan meningkat 20 persen, kenaikan volume itu sesuai dengan pertumbuhan," katanya.
(zul/dnl)











































