Ingin tahu siapa saja yang pernah memimpin Merpati dalam kurun waktu 10 tahun terakhir? Yuk, lihat hasil penelusuran detikFinance ini, Rabu (31/7/2013).
1. Hotasi Nababan
|
|
Kejaksaan Agung pernah menetapkan Hotasi tersangka. Di pengadilan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Hotasi melakukan tindak pidana korupsi terkait penambahan 2 unit pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 pada 2006 silam.
Saat itu Hotasi menjabat Dirut Merpati yang melakukan sewa 2 pesawat dengan Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) dengan syarat Refundable Security Deposit (RSD) sebesar US$ 1 juta. Namun di tengah perjalanan, sewa menyewa ini gagal karena TALG ingkar janji.
Merpati pun membawa kasus ini di Pengadilan Distrik Columbia, Washington dan pengadilan setempat memenangkan Merpati dan menghukum TALG mengembalikan US$ 1 juta ditambah bunga dan biaya pengacara. Belum selesai ditagih, Hotasi keburu dicopot dari posisinya. Saat ini Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo mengejar kembali uang tersebut.
Fakta hukum dalam ranah perdata ternyata berbeda di mata jaksa yaitu dengan mendudukan Hotasi sebagai tersangka. Padahal Mabes Polri dan KPK telah menyatakan sewa menyewa ini tidak ada indikasi korupsi sama sekali. Namun akhirnya pengadilan memvonis bebas Hotasi.
2. Cucuk Suryo Suprojo
|
|
Sejak pelantikan itu pula, mantan Direktur Jenderal Perhubugan Udara Dephub ini mundur dari jabatan komisaris utama.
3. Bambang Bhakti
|
|
Untuk tugas itu, pemegang saham menunjuk Bambang Bhakti sebagai presiden direktur Merpati menggantikan Cucuk Suryo Suprojo. Cucuk sendiri baru menjabat presdir Merpati 3 Maret 2008 menggantikan Hotasi Nababan.
Bambang Bhakti sebelumnya menjabat direktur Jakarta International Cargo Terminal (JICT). Setelah keluar dari Merpati, Bambang dipilih jadi Dirut ASDF Ferry di 2011.
Tak lama memimpin ASDP Ferry, Bambang Bhakti meninggal dunia gara-gara serangan jantung Kamis (11/2/2011) pukul 23.05 WIB di Rumah Saktir Medistra Tebet, Jakarta.
4. Sardjono Jhony
|
|
5. Rudy Setyopurnomo
|
|
Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, pernah bergabung dengan Garuda Indonesia selama 17 tahun, dari 1978 hingga 1995. Berbagai posisi jabatan pernah didudukinya, 1993 sebagai Vice Presiden of Corporate Planning, sebelumnya pada 1988 menjabat vice president of Maintenance and Engineering dan lainnya.
Setelah keluar dari Garuda, ia pindah ke PT Kresna Inti Cipta sebagai Vice President Corporate Planning & Control, dan pada 2006 pernah menjabat sebagai senior Advisor di PT Eastindo Air Charter.
Bahkan, setelah diangkat menjadi Dirut Merpati, Rudy juga sampai saat ini juga memegang jabatan di 2 perusahaan, yakni sejak 2009 hingga saat ini sebagai Head of Business Process Improvement di PT Tiara Mitra Trakindo/ABM Investama Tbk. Juga sebagai Presiden Commissioner di PT NusantaraTurbin Propulsi.
Halaman 2 dari 6











































