Mereka yang Pernah Pimpin Merpati dalam 10 Tahun Terakhir

Mereka yang Pernah Pimpin Merpati dalam 10 Tahun Terakhir

- detikFinance
Rabu, 31 Jul 2013 13:25 WIB
Mereka yang Pernah Pimpin Merpati dalam 10 Tahun Terakhir
Jakarta - Jajaran direksi PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) sering berganti-ganti dalam waktu yang singkat. Meski sudah berkali-kali ganti pemimpin, maskapai plat merah ini belum juga sembuh.

Ingin tahu siapa saja yang pernah memimpin Merpati dalam kurun waktu 10 tahun terakhir? Yuk, lihat hasil penelusuran detikFinance ini, Rabu (31/7/2013).


1. Hotasi Nababan

Hotasi telah duduk di kursi Dirut Merpati sejak tahun 2002. Untuk masa periode keduanya, Hotasi diangkat menjadi Dirut Merpati pada 20 Juli 2007. Ia mundur dari Merpati sekitar Maret 2008.

Kejaksaan Agung pernah menetapkan Hotasi tersangka. Di pengadilan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Hotasi melakukan tindak pidana korupsi terkait penambahan 2 unit pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 pada 2006 silam.

Saat itu Hotasi menjabat Dirut Merpati yang melakukan sewa 2 pesawat dengan Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) dengan syarat Refundable Security Deposit (RSD) sebesar US$ 1 juta. Namun di tengah perjalanan, sewa menyewa ini gagal karena TALG ingkar janji.

Merpati pun membawa kasus ini di Pengadilan Distrik Columbia, Washington dan pengadilan setempat memenangkan Merpati dan menghukum TALG mengembalikan US$ 1 juta ditambah bunga dan biaya pengacara. Belum selesai ditagih, Hotasi keburu dicopot dari posisinya. Saat ini Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo mengejar kembali uang tersebut.

Fakta hukum dalam ranah perdata ternyata berbeda di mata jaksa yaitu dengan mendudukan Hotasi sebagai tersangka. Padahal Mabes Polri dan KPK telah menyatakan sewa menyewa ini tidak ada indikasi korupsi sama sekali. Namun akhirnya pengadilan memvonis bebas Hotasi.

2. Cucuk Suryo Suprojo

Cucuk menjabat presdir Merpati sejak 3 Maret 2008 menggantikan Hotasi Nababan. Kala itu, Cucuk merupakan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Kemitraan Perhubungan yang juga menduduki jabatan sebagai komisaris utama di perusahaan penerbangan milik pemerintah itu.

Sejak pelantikan itu pula, mantan Direktur Jenderal Perhubugan Udara Dephub ini mundur dari jabatan komisaris utama.

3. Bambang Bhakti

Dalam waktu lima bulan, Merpati telah berganti pemimpin perusahaan dua kali. Dalam pelantikan direksi Merpati yang baru pada 7 Agustus 2008, pemerintah berharap proses restrukturisasi dan penyelamatan maskapai nasional itu bisa dilakukan.

Untuk tugas itu, pemegang saham menunjuk Bambang Bhakti sebagai presiden direktur Merpati menggantikan Cucuk Suryo Suprojo. Cucuk sendiri baru menjabat presdir Merpati 3 Maret 2008 menggantikan Hotasi Nababan.

Bambang Bhakti sebelumnya menjabat direktur Jakarta International Cargo Terminal (JICT). Setelah keluar dari Merpati, Bambang dipilih jadi Dirut ASDF Ferry di 2011.

Tak lama memimpin ASDP Ferry, Bambang Bhakti meninggal dunia gara-gara serangan jantung Kamis (11/2/2011) pukul 23.05 WIB di Rumah Saktir Medistra Tebet, Jakarta.

4. Sardjono Jhony

Sardjono Jhony menjabat sebagai Dirut Merpati sejak 27 Mei 2010 sampai 2012 digantikan oleh Rudy Setyopurnomo. Sebelum menjadi orang pertama di Merpati, Jhony sempat bekerja sebagai pilot di Etihad Airways, Qatar Airways. Suami Isma Kania Dewi yang juga penerbang Etihad Airways ini, memulai karir di Merpati sebelum dipanggil Menteri BUMN yang saat itu dijabat Mustafa Abubakar kembali ke Merpati menggantikan Bambang Bhakti yang ditarik menjadi Direktur Utama PT Indonesia Ferry.

5. Rudy Setyopurnomo

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menunjuk Rudy Setyopurnomo sebagai Direktur Utama Merpati pada 11 Mei 2012. Rudy sbeelumnya dikenal sebagai Presiden Direktur PT Indonesian Airlines yang bangrut pada 2006 lalu.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, pernah bergabung dengan Garuda Indonesia selama 17 tahun, dari 1978 hingga 1995. Berbagai posisi jabatan pernah didudukinya, 1993 sebagai Vice Presiden of Corporate Planning, sebelumnya pada 1988 menjabat vice president of Maintenance and Engineering dan lainnya.

Setelah keluar dari Garuda, ia pindah ke PT Kresna Inti Cipta sebagai Vice President Corporate Planning & Control, dan pada 2006 pernah menjabat sebagai senior Advisor di PT Eastindo Air Charter.

Bahkan, setelah diangkat menjadi Dirut Merpati, Rudy juga sampai saat ini juga memegang jabatan di 2 perusahaan, yakni sejak 2009 hingga saat ini sebagai Head of Business Process Improvement di PT Tiara Mitra Trakindo/ABM Investama Tbk. Juga sebagai Presiden Commissioner di PT NusantaraTurbin Propulsi.
Halaman 2 dari 6
(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads