Penundaan ini dikarenakan ketidakmampuan landasan pacu atau runway Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng menahan beban armada baru Garuda itu saat akan take off dalam kondisi beban maksimal.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan pun angkat suara atas masalah di bandara dan Garuda ini. Mantan bos PLN ini meminta agar PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara Soetta untuk meminta maaf kepada Garuda karena landasan pacu yang tidak mampu lagi menahan beban pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777-300ER.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun momentum penundaan penerbangan armada Boeing 777-300ER oleh Garuda dinilai tepat. Sampil menunggu revitalisasi dan penguatan landasan pacu di Bandara Soetta, Garuda bisa memanfaatkan armada tersebut untuk melayani rute internasional yang padat seperti Shanghai hingga Jepang.
"Menurut saya ini baik buat Garuda biar tak kesusu ke London. Bisa ambil rute-rute yang gemuk yang bisa untungkan Garuda seperti Shanghai, Jepang, Korea (Korsel). Sambil landasan disuntik. Itu waktunya 8 bulan," tambahnya.
Garuda bisa mengganti armada berbadan sedang miliknya yakni Boeing 737-800NG dengan armada berbadan lebar tipe Boeing 777-300 ER untuk melayani rute gemuk international.
"Selama ini kan 737. Ini pengganti pesawat ke rute-rute gemuk," jelasnya.
Sebelumnya Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan untuk mengoperasikan Boeing 777-300 ER secara full capacity melayani penerbangan langsung Jakarta-London (nonstop) dengan mengangkut 314 penumpang dengan pelayanan delapan first class, 38 business class, 268 economy class, serta kargo sebanyak 11 ton (maximum take-off weight seberat 351.534 kg), maka pesawat Boeing 777-300 ER memerlukan kekerasan landasan (pavement classification number/PCN) 132 R/D/W/T, sedangkan saat ini PCN landasan di Soekarno-Hatta hanya 120 R/D/W/T.
(feb/dru)











































