Para kreditur/pemberi pinjaman yang terkait dengan Merpati yaitu PT Bank Mandiri (persero), PT Pertamina (persero) dan PT Jasindo (persero).
"Setelah lebaran kita akan usahakan bertemu dengan mereka," ungkap Direktur Financial PT Merpati Nusantara Airlines Daulat Musa saat berdiskusi dengan media di Kantor Pusat Merpati di Gedung Basarnas, Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beban Rp 6,5 triliun ini harus kita apakan? Dengan Pertamina kita akan bertemu dan membahas credit limited. Saat ini kita sudah ada solusi sementara dengan mencicil. Banyaknya problem di Merpati membuat kita tidak stay (bekerja) di kantor saja. Kita akan datang ke Bank Mandiri dan Kementerian Keuangan. Kemudian dengan Jasindo kita akan bertemu dengan mereka," imbuhnya.
Ia juga mengatakan kondisi keuangan Merpati saat ini sangat buruk dan negatif. Hal pertama yang ia lakukan adalah mereview total penerimaan/pendapatan dan pengeluaran perseroan.
"Saat ini kondisinya ada gaping dan cukup rugi. Saat ini kita sedang kontrol penerimaan kita, pengeluaran kita seperti apa," katanya.
(wij/dru)











































