"Dari kapasitas produksi iya (yang terbesar di ASEAN)," ucap Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro kepada detikFinance, Rabu (7/8/2013).
Berdiri di lahan 4 hektar di kawasan Banjaran Bandung, pabrik kondom BUMN ini menghasilkan 2 merek kondom, yakni 'Artika' dan 'Meong'. Diakui Ismed, pangsa pasar terbesar kondomnya adalah untuk memenuhi program Keluarga Berencana (KB) pemerintah. Kebutuhan untuk program KB mencapai 450.000 gross, sementara sisanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial dalam dan luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun memiliki kapasitas produksi terbesar di negara-negara ASEAN, pangsa pasar kondom 'Artika' dan 'Meong' di pasar dalam negeri masih di bawah 20%. Sisanya masih dikuasai kondom impor.
Untuk menggenjot penjualan dan daya saing kondom di dalam negeri, RNI akan melakukan rebranding dan redesigning Artika dan Meong.
"Kita mau melakukan rebranding dan redesigning terhadap kondom Meong dan juga Artika," jelasnya.
(feb/dnl)











































