Pembangunan pabrik ini dilakukan untuk menghentikan impor vaksin darah ke Indonesia. Pasalnya, setiap tahunnya total impor vaksin darah mencapai Rp 1,5 triliun.
"Kebutuhannya sangat mendesak karena selama ini kita masih impor. Nanti teknologinya diambil dari Prancis," kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Pusat PMI, Jakarta, Selasa (13/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kira-kira bisa selesai sekitar 2 tahun, pembangunannya cukup lama," ujarnya.
Kalla berharap, dengan bertambahnya penumpang Citilink dapat meningkatkan perolehan donasi yang dihimpun yang nantinya akan dipakai untuk keperluan kemanusiaan seperti bencana alam, penyiapan logistik dan lain-lain.
"Diharapkan masyarakat dapat terlibat lebih efektif dalam kegiatan sosial kemanusiaan," ujar dia.
(ang/ang)











































