Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan setiap tahunnya ekspor rambut dan bulu mata palsu Indonesia ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa mencapai US$ 400 juta atau hampir 50% dari jumlah ekspor produk kerajinan tangan secara keseluruhan.
"Ekspor kerajinan tangan yang terbesar itu rambut dan bulu mata palsu dengan jumlah ekspor mencapai US$ 400 juta/tahun. Kerajinan kedua produk ini berasal dari Jawa Timur yaitu Pasuruan," ungkap Gusmardi saat konferensi pers pada acara Grand Launching CRAFINA 2013 di Auditorium Kementerian Perdagangan Jakarta, Senin (19/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekspor kerajinan tangan setiap tahun itu mencapai US$ 676 juta atau hampir US$ 700 juta. Negara tujuan ekspor terbesar masih AS, Jepang, UK (Inggris), Jerman dan negara Timur Tengah. Produknya mulai dari pakaian, sepatu, alas kaki, rambut palsu dan bulu mata palsu," imbuhnya.
Saat krisis dan ekonomi yang belum menentu di Amerika dan Eropa, ekspor kerajinan tangan sedikit terganggu. Namun ia optimis ekspor kembali normal dalam waktu dekat karena adanya perbaikan ekonomi di kedua wilayah itu.
"Ekonomi di Amerika dan Eropa belum pulih saat ini namun permintaan terus mengalami pertumbuhan. Saya berharap pertumbuhan ekonomi terutama di AS akan segera membaik, agar produk kerajinan tangan ini dapat bisa masuk kembali," katanya.
(wij/hen)











































