"Dalam sejarah PT DI, kali ini menjadi yang paling sibuk. PT Dirgantara Indonesia harus memproduksi helikopter sebanyak 65 unit dalam 3 tahun terkahir," katanya saat mengisi kuliah umum dengan tema Agen Perubahan di Gedung Roediro Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jumat (23/8/2013).
Dia menjelaskan, kondisi PT DI tidak pernah sesibuk ini pada saat zaman Orde Baru, bahkan pernah mengalami masa-masa sulit saat krisi moneter 1998. "Kini PT DI sudah berubah dan tidak merugi pada tutup buku tahun lalu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, banyak ahli yang ada di PT DI saat ini sudah berusia tua dan juga lebih dari 10 tahun tidak ada perekrutan baru sejak krisis moneter," ujarnya
(arb/dru)











































