Ini Alasan Pemerintah Belum Mau Hapus Bea Masuk Kedelai 5%

Ini Alasan Pemerintah Belum Mau Hapus Bea Masuk Kedelai 5%

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 28 Agu 2013 07:32 WIB
Ini Alasan Pemerintah Belum Mau Hapus Bea Masuk Kedelai 5%
Jakarta - Kementerian Keuangan belum mau mengurangi atau menghapus sementara bea masuk impor kedelai sebesar 5%. Padahal saat ini harga kedelai impor terkerek naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Kita sudah punya pengalaman dan itu bukan pengalaman bagus. Tahun lalu (2012) diturunkan sementara empat bulan sampai lima bulan, harga kedelai nggak pernah turun yang untung importirnya. Jadi apa pantas kita turunin bea masuk," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro dalam keterangannya seperti dikutip, Rabu (28/8/2013).

Tahun 2012 tercatat Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat itu mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait pembebasan bea masuk untuk kedelai. Aturan ini berlaku sejak dikeluarkan pada 13 Agustus-31 Desember 2012 karena harga kedelai impor melonjak dan banyaknya para pengarajin tahu/tempe yang tutup produksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi bukan untuk kesejahteraan rakyat atau untuk kesejahteraan tahu tempe tapi untuk importir itu. Jadi nggak cocok," imbuhnya.

Tahun ini melonjaknya harga kedelai impor tidak hanya disebabkan oleh pelemahan rupiah tetapi kekurangan suplai. Sehingga pihaknya belum mau menentukan arah kebijakan yang diambil untuk mengamankan harga kedelai.

"Problemnya bukan di situ problemnya adalah suplai dan kurs sekarang. Kalau dulu kan hanya suplai, sekarang suplai dengan kurs," katanya.

(wij/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads