Hatta: Kalau Tak Impor, Harga Kedelai Tinggi

Hatta: Kalau Tak Impor, Harga Kedelai Tinggi

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 03 Sep 2013 16:32 WIB
Hatta: Kalau Tak Impor, Harga Kedelai Tinggi
Jakarta - Menurut pemerintah, impor kedelai masih dibutuhkan guna mengisi pasokan di dalam negeri yang saat ini memang sedikit, dan juga mencegah harga mahal.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai, langkah impor kedelai merupakan solusi jangka pendek untuk memenuhi stok dalam negeri. Karena, dari kebutuhan kedelai nasional 2,3 juta ton/tahun, pasokan dalam negeri hanya mencapai 700 ribu-800 ribu ton.

"Kalau nggak diimpor, ya harga tinggi, pedagang tahu tempe kita nggak bisa jualan," ucap Hatta saat ditemui di kantornya Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Selasa (3/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama Indonesia masih defisit produksi kedelai, Hatta menilai harga sangat mudah dipermainkan. "Selama kita tergantung impor selamanya ada persoalan, ketergantungan impor membuat defisit, juga harga dipermainkan. Jangka menengah panjang, penuhi dalam negeri, jangka pendeknya impor dulu," sebutnya.

Disebutkan Hatta, pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk membeli kedelai dari petani dengan harga wajar. Hal ini dilakukan untuk merangsang petani menanam kedelai sehingga produksi di dalam negeri ikut terangkat.

"Tempo singkat, penuhi kebutuhan, stabilkan harganya, jangka menengah produksinya dipenuhi. Ini udah berulang-ulang dibahas. Sudah ada Perpres yang keluar. Bulog membeli di harga tertentu," jelasnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads