"Angka penjualan produk China memang jauh lebih tinggi bila dibandingkan produk Jepang atau Jerman," ungkap Presiden Direktur PT Gaya Makmur Tractors (GMT) Tjandi Mulyono saat ditemui di acara Mining Exhibition di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (4/9/2013).
Ia memberikan contoh tahun lalu, perusahaannya dapat menjual produk alat berat buatan China hingga 200 unit. Sedangkan penjualan alat berata yang paling rendah adalah Jepang dengan hanya 10 unit. Jerman sendiri masih jauh lebih kompetitif bila dibandingkan Jepang dengan angka penjualan 100 unit di tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pergelaran acara kali ini, PT GMT menghadirkan puluhan produk alat berat impor seperti traktor, mini excavator dan bulldozer dari 3 negara yaitu Jepang, Jerman dan Cina. Selain menjual produk, pihaknya juga menjual suku cadang alat berat.
"Sparepart dari China juga jauh lebih murah. Secara kualitas saya pikir produk China sama dengan Jepang dan Jerman. Produk China bisa mengimbangi harga dan teknologi yang kompetitif," katanya.
(wij/hen)











































