Saat ini ada 2 maskapai pelat merah asal Indonesia yang beroperasi di dalam dan luar negeri. Maskapai skala internasional yakni PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) dan maskapai skala domestik PT Merpati Nusantara Airlines (MNA).
Beroperasi puluhan tahun, kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dipenuhi dinamika atau lika-liku saat beroperasi. Yang paling baru, PT Pertamina (Persero) menghentikan pasokan BBM avtur ke Merpati karena tunggakan utang.
Selain itu, masih segar di ingatan ita konflik pengelola Bandara Soekarno Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero) dengan Garuda Indonesia soal kepadatan landasan bandara untuk menerbangkan armada baru Boeing 777-300ER.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghentian Pasokan BBM Pertamina ke Merpati
|
|
Penghentian ini dilakukan untuk penerbangan yang berangkat dari Yogyakarta dan Surabaya. Berita terbaru, kedua belah pihak telah berhasil menuntaskan persoalan tersebut sehingga pasokan avtur kembali normal.
Pemecatan Dirut Merpati
|
|
Merpati mau dilego
|
|
Namun hingga saat ini tidak ada investor yang serius menjajaki rencana ini karena utang Merpati yang telah mencapai Rp 6,5 triliun. Saat ini program restrukturisasi utang senilai Rp 6,5 triliun dan program penyelamatan Merpati ditugaskan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
Konflik Garuda Indonesia dan APII Soal Landasan Bandara
|
|
Hal ini membuat Garuda Indonesia membatalkan penerbangan langsung Jakarta-London. Namun tudingan ini dibantah oleh AP II selaku pengelola bandara. AP II mengklaim runway miliknya telah mampu dan secara rutin didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747 dan Boeing 777 milik maskapai asing.
Garuda dan Merpati Rugi di Semester I-2013
|
|
Aksi Mogok Karyawan
|
|
Mogok terakhir dilakukan oleh karyawan anak usaha Garuda Indonesia, PT Aerofood Catering Service (ACS) di Bandara Soekarno Hatta. Akibat peristiwa yang berlangsung pada 30 April 2013 ini beberapa penerbangan Garuda Indonesia tidak dapat fasilitas makanan.
Halaman 2 dari 7











































