Satu tim Boeing yang berada di Bandara Internasional Arlanda, Stockholm, sedang melakukan pemeriksaan terhadap indikator lampu rem yang terus menyala. Hal itu dikemukakan oleh Lasse Sandaker-Nielsen, juru bicara Norwegian Air Shuttle, dalam keterangan tertulisnya Kamis kemarin.
Pesawat 787 pabrikan Amerika Serikat (AS) itu awalnya berencana terbang dari Stockholm ke Bangkok untuk kemudian lanjut ke New York.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak mulai beroperasi Oktober 2011 lalu, pesawat Dreamliner di berbagai maskapai sudah mengalami aneka masalah. Yang paling parah terjadi di banyak maskapai adalah dilarang terbang karena masalah pada baterai pesawat yang berada di kokpit sekitar empat bulan lalu.
Nah, pesawat Dreamliner yang dipakai Norwegian Air ini baru saja dikirim 10 hari lalu dan belum pernah dipakai untuk penerbangan komersial sama sekali. Ini merupakan Dreamliner kedua yang dikirimkan kepada Norwegian Air.
"Kerusakan pesawat ini tidak ada hubungannya dengan masalah sebelumnya. Hal ini bisa terjadi pada pesawat jenis apa saja dan kapan saja," kata Sandaker-Nielsen.
Norwegian Air sudah memesan 8 Dreamliner dari produsen pesawat asal AS tersebut. Sementara pesawatnya dilarang terbang, maskapai asing tersebut menyewa Airbus A340 supaya bisa tetap melayani penumpang.
(ang/ang)










































