"Yang sering demo itu yang produktivitasnya kurang," ungkap Ketua Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Kadin Didik J. Rachbini pada acara diskusi di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/9/2013).
Didik mengungkapkan, kebanyakan buruh yang menuntut kenaikan upah tidak memiliki produktivitas yang sepadan. Sebaiknya buruh menaikkan produktifvitasnya dulu bila ingin upahnya dinaikkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Didik, saat ini fenomena yang terjadi di lapangan, buruh menuntut upah lebih tinggi dari yang seharusnya. Dia mencontohkan, produktivitas buruh saat ini layak diberi upah Rp 2 juta, namun mereka menuntut di atas angka tersebut. Menurut Didik buruh seperti itu dzalim.
"Kalau dia menghasilkan Rp 10 juta, tapi digaji Rp 2 juta maka yang dzalim pengusahanya," katanya.
(zlf/dnl)











































